Picture Style, White Balance, shift white balance, film simulation atau picture control. Pernah mendengar istilah itu kan? Benar sekali, itu adalah istilah-istilah yang ada didalam kamera yang disediakan untuk mengatur warna dan penerimaan cahaya yang mempengaruhi hasil jepretan kita. Dalam bahasa fotografi dan editing foto biasanya disebut dengan pre-processing atau pemrosesan dan manipulasi image yang dilakukan sebelum foto di ambil.

White Balance

White Balance, seperti terjemahannya dalam bahasa indonesia yang berarti keseimbangan warna putih. Merupakan aspek dan fungsi yang sangat berpengaruh terhadap hasil jepretan. Terutama ketika kamu motret dalam kondisi cahaya yang berubah-ubah. Dengan settingan white balance yang sesuai, kamera akan menerjemahkan warnah putih menjadi benar-benar warnah putih. Dengan demikian warna lain akan mengikuti kalibrasi sesuai dengan white balance yang dipilih.

On camera sudah disediakan preset white balance yang siap pakai seperti daylight, tungsten, cloudy, shade dan juga disediakan custome setting. Teknologi kamera sekarang ini lebih smart dalam menentukan white balance dengan hanya memasang auto white balance saja, tentunya dengan menentukan sendiri white balance yang dibutuhkan akan menghasilkan foto sesuai dengan keinginan. Detilnya range white balance bisa dilihat pada image table dibawah ini:

white balance

Picture Style / Film Simulation

Picture style ini merupakan tools yang disediakan oleh semua pabrikan kamera sebagai alat untuk pre processing edit. Pre processing bisa diartikan juga melakukan manipulasi pada image sebelum dilakukan jepretan. Kondisi warna, cahaya, dan ketajaman foto dikondisikan sedemikian rupa dengan setting kamera tertentu untuk mendapatkan gambar yang diinginkan. Keuntungan menggunakan picture style ini adalah setelah shoot langsung bisa mendapatkan hasil yang sesuai.

Semua merek menyediakan fasilitas ini dengan istilahnya masing-masing. Picture style identik dengan canon, sedangkan Nikon muncul dengan Picture Control. Sedangkan fujifilm muncul dengan nama film simulation.

Masing-masing merek menyediakan preset standard yang bisa langsung digunakan. Canon dan Nikon identik dengan preset Standard, Portrait, Landscape, Neutral, Faithful. Sedangkan fujifilm muncul dengan nama-nama kenangan kejayaan film mereka dimasa lalu. Yaitu: Standard/Provia, Velvia/vivid, Astia/soft, classic chrome dan WB. Tentunya semuanya dilengkapi dengan fasilitas custome preset yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

canon picture style

Kombinasi picture style dan white balance

Untuk mendapatkan hasil maksimal, kombinasi dari picture style dan setting white balance bisa setup bersamaan. Seperti contoh foto landscape Gunung Bromo dibawah ini. Image 1 dicapture dengan setting auto white balance dan standard picture style /  film simulation. Foto tersebut diambil dipagi hari setelah sunrise muncul beberapa saat. Karena secara natural auto white balance akan mengurangi warna kuning maka hasilnya akan sesuai dengan pembacaan kamera dan white balance auto nya.

Jika ingin mendapatkan moment sunrise yang hangat dan masih kekuningan bisa menggunakan custome di white balance dan picture style untuk menguatkan karakter foto. Pada image 2, white balance di setup dengan preset color temperature (kelvin) dengan temperature 7100K. 7100K akan menghasilkan cahaya yang lebih hangat dan kekuningan sesuai dengan warna sunrise yang kekuningan. Jika masih kurang terasa warnanya, bisa ditambahkan film simulation / picture style Vivid / Velvia.

Short Trip to Bromo Volcano Area, sunrise, pasir berbisik & Savana bukit teletubbies #bromo #bromovolcano #bromosunrise #eastjava #pergipergi

Short Trip to Bromo Volcano Area, sunrise, pasir berbisik & Savana bukit teletubbies #bromo #bromovolcano #bromosunrise #eastjava #pergipergi

Cara pre-processing ini sangat cocok bagi kamu yang tidak suka menghabiskan waktu berlama-lama melakukan post processing edit. Atau minimal hasil sudah mendekati yang diinginkan, sehingga post processing edit tidak terlalu banyak. Custome white balance dan picture style terkadang menghasilkan foto yang tidak sesuai harapan. Bisa karena setting yang kita lakukan terlalu ngejreng atau kebanyakan warna tertentu. Maka sebaiknya kamu shoot dengan menggunakan RAW. Sehingga kamu bisa segera merubah setting picture style dan white balance pada process post processing edit tanpa mengurangi kualitas hasil foto.

Gampang kan? jika ada ide, sharing atau mau berbagi pengalaman jepret dengan picture style dan white balance bisa kamu tulis pada kolom komentar diabwah ini.

Leave a Reply