Sebelum menggunakan fujifilm x-t1, saya menggunakan kamera mirrorless dari fujifilm lainnya, yaitu fujifilm x100s. Setelah melihat video fujifilm X-T1 Hands-on Review dari DigitalRevTV ini saya langsung memutuskan untuk mencoba kamera tersebut di gerai fujifilm terdekat. Hasilnya sangat luar biasa, pertama yang saya rasakan adalah dari kecepatan fokus nya, sangat cepat dan lebih cepat dari beberapa kamera yang pernah saya gunakan sebelumnya.

Fujifilm X-T1 Graphite Silver Edition

Langsung saja saya putuskan untuk upgrade fujifilm x100s ke fujifilm x-t1 dengan lensa xf23mm f1.4R. Semakin suka ketika fuji mengeluarkan update framework untuk x-t1. Update ini terfokus pada kecepatan fokus dan AF Mode, dimana fujifilm memberikan auto tracking pada object yang sudah ter-lock pada fokus. Auto Trancking dibagi menjadi 3 macam:

  1. Single Point
  2. Zone
  3. Wide/Tracking

Mengapa saya memutuskan untuk memilih fujifilm dan keunggulan dari x-t1 lainnya bisa dilihat pada video fujifilm X-T1 Hands-on Review dari DigitalRevTV. Selain itu fujifilm juga memberikan mode film simulation dimana kita bisa langsung menggunakan filter yang jaman dulu sangat populer dikalangan pengguna kamera manual, terutama pengguna fujifilm. Film simulation yang mungkin sering anda dengar adalah Provia/Standard, Velvia/Vivid, dan Astia/Soft. Bagi pecinta kamera lawas langsung bisa membangkitkan kenangan lama (cieee)

Tidak seperti fujifilm X100s yang langsung bundled dengan lensa xf23mm f2 dan tidak bisa diganti lensa nya, fujifilm X-T1 merupakan interchangeable lenses. Oleh karena itu ketika membeli X-T1, saya langsung memikirkan mau dipasangkan dengan lensa apa yang pas. Setelah mencoba beberapa lensa di gerai fujifilm, akhirnya saya memutuskan untuk memasangkan fujifilm X-T1 GSE dengan lensa fujinon XF23mm F1.4 R.

Mengapa saya memilih lensa fujinon XF23mm F1.4 R akan diulas pada post berikutnya. Jika ada komen, saran-saran dan kritik, kami sangat terbuka untuk anda di kolom comment dibawah…

Leave a Reply